Friday, May 15, 2009

HMI: Tolak Capres/Cawapres Antek Asing

Gelombang penolakan atas rencana Capres Partai Demokrat SBY menetapkan pasangannya Boediono untuk berduet dalam ajang pemilihan presiden 2009 terus mengalir. Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Jabotabek dan Banten menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung KPU, Jakarta, Kamis (14/5) menolak capres/cawapres yang merupakan antek-antek asing.

"Sudah saatnya kita terus menyuarakan perlawanan dengan lantang terhadap segela bentuk penyimpangan yang dilakukan oleh para pemain politik negara ini, yang akan berdampak pada keterpurukan ekonomi bangsa. sudah saatnya elit-elit politik memikirkan nasib rakyat," tegas Ketua Umum BADKO HMI Jabodetabek-Banten M. Chairul Basyar dalam aksi.

Dia menduga, intervensi asing dalam pemilihan presiden semakin nampak jelas, hal itu muncul dalam berbagai bentuk. Misalnya melalui aliran dana yang masuk ke Tim Sukses Capres/cawapres, maupun berupa konsep/pemikiran dan opini yang disampaikan melalui agen-agennya.

Dalam aksinya mereka melakukan orasi secara bergantian dan meneriakan yel-yel. Tampak juga atribut berupa baliho bertuliskan Tiga Harapan Masyarakat Indonesia. Aksi mereka dijaga ketat petugas kepolisian yang bersiaga di depan gerbang KPU. Bahkan agak menyulitkan orang-orang yang hendak masuk ke KPU.

Tak hanya KPU, sebelumnya Istana Negara dan Bunderan HI juga menjadi sasaran pendemo anti Boediono. Sekitar 30 orang dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda se-Jabodetabek berdemo di Bundaran HI. Mereka membentangkan spanduk penolakan Boediono jadi calon wakil presiden. Spanduk tersebut bertuliskan "Tolak cawapres antek IMF"

Selama aksi, pendemo meneriakkan yel-yel penolakan. Menurut Koordinator lapangan Novis, Boediono tidak layak menjadi wapres karena representasi gerakan ekonomi liberal yang telah membuat Indonesia makin terpuruk.

"Kami minta seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak memilih pemimpin yang menganut paham neoliberal," ujarnya.

Usai berdemo sekitar 50 menit, mereka membubarkan diri dengan tertib. Tidak ada penjagaan berarti dari pihak kepolisian kecuali segelintir polisi berpakaian bebas. [Eramuslim.com]

0 komentar:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More